Tega Bunuh Mertua Hanya Demi Harta

Tega Bunuh Mertua Hanya Demi Harta – Wahyu Hermawan (25) tega membunuh mertuanya sendiri, lalu membakar jasad korban sampai sisa tengkorak. Tidak hanya sakit hati dengan pengucapan mertuanya, tindakan keji ini dikerjakan terduga buat kuasai harta korban.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery mengemukakan, ada banyak masalah yang mengundang Wahyu membunuh mertua tirinya, Sri Astutik (55) , penduduk Jalan Industri, Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Satu diantaranya, pria asal Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran, Sidoarjo ini sakit hati dikarenakan korban acapkali menyamai perilakunya dengan prilaku ayah mertuanya.

Polisi masih memahami prilaku yang disebut. Sri yang keseharian jadi tukang credit barang serta uang, berstatus janda selesai 2x bercerai dengan suaminya.

” Motifnya dapat disebutkan beberapa. Udah ada sakit hati awal mulanya. Sebagai pemicunya merupakan terduga pingin kuasai banyak barang punya korban, ” kata Fery kala dihubungi detikcom, Selasa (2/7/2019) .

Dia memperjelas, selesai membunuh mertua tirinya, Wahyu sudah sempat menjarah banyak barang bernilai punya korban. Dimulai dari sepeda motor Honda Scoopy, kalung serta cincin emas, alroji, telpon seluler, dan uang Rp 50 ribu.

Uang hasil penjualan banyak barang punya korban beberapa dimanfaatkan terduga buat membayar utang. ” Terduga Wahyu nyatanya residivis 2x masalah 363 KUHP, pencurian dengan pemberatan di lokasi Polres Sidoarjo. Wataknya sudah kriminil, ” jelas Fery.

Wahyu menjemput Sri Astutik dengan mobil rental pada 1 Mei 2019 lebih kurang jam 15. 00 WIB. Kala itu korban meminta diantar ke orang cerdas di Jombang.

” Korban ini punyai pria lain. Ia meminta diantar ke orang cerdas buat menyaksikan sifat pria itu, ” tandas Fery.

Hingga sampai di Mojokerto, Wahyu bawa korban ke Desa Sugeng, Kecamatan Trawas. Terduga sanggah pingin lebih dahulu menjemput temannya yang ingin ke orang cerdas.

Di jalan sepi Desa Sugeng, Wahyu turun dari mobil dengan argumen ganti ban yang kempes. Sri yang duduk di bangku penumpang depan tidak menyimpan syak wasangka. Kala korban meleng, terduga menangkap lehernya memanfaatkan sabuk pengaman.

Selesai korban tidak berkemampuan, Wahyu mengharap dukungan keponakannya, Sugeng Wahyu Muslimin (23) , penduduk Desa Sugeng. Sugenglah yang membuktikan kebun buat buang serta membakar badan Sri.

Di kebun Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, Mojokerto itu, badan Sri 4x dibakar oleh terduga Wahyu serta Sugeng. Kala membakar ke empat kalinya, mereka mengharap dukungan terduga Muhammad Irvan (20) , penduduk Desa Sugeng.

Gara-gara dibakar berulang-ulang, badan Sri cuma sisa tengkorak serta beberapa tulang saja. Tulang belulang korban baru diketemukan pelacak rumput lebih dari satu bulan lalu, pasnya Minggu (2/6) . Tempat pembakaran itu lebih kurang 4 Km dari permukiman masyarakat.