Home / Berita Umum / Sriwijaya Air Lebih Pentingkan Keuntungan

Sriwijaya Air Lebih Pentingkan Keuntungan

Sriwijaya Air Lebih Pentingkan Keuntungan – Senin siang (5/11) , keadaan landas picu di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu mendadak ricuh. Penumpang pesawat Sriwijaya Air yg diskedulkan ketujuan Jakarta waktu 10. 50 WIB itu, tidak diduga turun dari pesawat.

Dalam video yg diangkat, petugas serta penumpang bahkan juga pernah beradu mulut. Sebagian orang, terus coba mendamaikan “Hei. . hei. . hei. . udah. . udah. . udah. . udah, ” kata salah seseorang dari kerumunan.

Ketegangan yg berlangsung di landas picu dipacu dari berbau durian yg menusuk dalam kabin pesawat. Pesawat Sriwijaya Air dalam hari itu memang tengah membawa durian di bagasi pesawat. Penumpang juga tidak setuju lantaran baunya yg menusuk, serta dipandang beresiko buat penerbangan.

Penumpang memaksa petugas untuk turunkan durian dari pesawat. Permohonan mereka pada akhirnya dijalankan pihak Sriwijaya Air. Gara-gara peristiwa itu, keberangkatan pesawat jadi terhenti seputar satu jam.

Sriwijaya Air terus memberikannya klarifikasi. Menurut mereka, membawa durian di pesawat adalah soal yg biasa dalam penerbangan, serta tak menyalahi ketentuan.

“Mengangkut durian dalam penerbangan itu soal biasa untuk tiap-tiap maskapai, sejauh dikemas dengan baik serta masuk ke kargo sama dengan SOP, ”

Kargo yg dibawa Sriwijaya masa itu juga masihlah dalam batas aman, ialah seputar 3 ton atau jauh dari kemampuan berat maksimal untuk terlepas landas pesawat terbang atau biasa disebu Maksimal Take Off Weight (MTOW) .

Tiap-tiap tipe pesawat punyai MTOW berlainan, Boeing 737-800 semisalnya punyai MTOW 78, 96 ton. Punya arti, massa yg diangkut di pesawat termasuk awak pesawat serta barang bawaannya, penumpang serta barang bawaannya, kargo, oli mesin pesawat, bahan bakar, cairan hidrolik serta peralatan dan pernak-pernik yg berada pada pesawat seperti oven, makanan dan lain-lain tak bisa lebih dari 78, 96 ton waktu akan terlepas landas.

Maya ikut merinci kargo yg diangkut Sriwijaya masa itu tak seluruh durian. Dari keseluruhan massa kargo 3 ton, durian cuma seputar 2 ton. Dia menyatakan jika info berat durian yg diangkut capai 3 ton ialah tak benar.

Punya arti permasalahan beban pesawat bukan jadi permasalahan seandainya tak melewati WTOW. Bagaimana dengan barang yg bau menusuk seperti durian?

Direktorat Perhubungan Hawa Kementerian Perhubungan ikut pastikan jika pesawat yg membawa beberapa barang bau ciri khas, seperti durian patuh ketentuan. Tapi, ada SOP yang perlu dijalankan biar tak mengganggu penumpang.

“Yang mesti jadi perhatian ialah proses pengemasannya s/d loading cargo itu ke bagasi pesawat, mesti sama dengan SOP yg laku, ” kata Plt Dirjen Perhubungan Hawa M.

Tidak setuju keras dari penumpang pada durian yg diangkut pesawat bukan tiada dikarenakan. Tidak hanya permasalahan berbau, durian yg diangkut pesawat memperingatkan pada kenangan kelam kecelakaan Mandala Air pada September 2005 yang lalu.

About admin