Rupiah Kembali Anjlok Di Awal Minggu Ini

Untuk beberapa bulan terakhir ini, masyarakat Indonesia memang sedang mengeluhkan kondisi rupiah, yang mana semakin hari semakin terpuruk saja. Saat ini, kondisi ekonomi nasional memang sangat kacau, terlebih melemahnya rupiah tersebut berdampak signifikan terhadap harga bahan baku. Dalam minggu ini, nilai rupiahpun dikabarkan semakin mengalami penurunan kembali.

Seperti kabar yanga terbaru, bahwa nilai tukar rupiaah terhadap mata dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot hari Senin 21 September 2015 ini kembali anjlok yang amana sudah menembus di angka 14.400, pasca pada akhir minggu lalu kondisi rupiah sempat tak lama mampu menguat sampai di bawah level itu.

Berdasar dari data Bloomberg, di pukul 09.00 WIB, mata uang Indonesia kian anjlok tajam ke angka Rp 14.453 per dollar Amerika Serikat. Di hari  penutupan Jumat lalu, diketahui rupiah menguat 0,59% ke angka 14.374,5, pasca bank sentral AS yakni Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga mereka.

Seperti analisis yang dilakukan oleh Albertus Christian, selaku Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures sebagaimana yang dinukil dari Kontan, penguatan rupiah Cuma bersifat sementara, sebelum pelemahan berlanjut ke rapat The Fed selanjutnya. Hal ini wajar, karena belum ada data dari pihak negasa yang bisa mendukung penguatan rupiah kembali saat ini.