Home / Berita Umum / Petani Berhasil Kumpulkan 500 Ekor dalam Lomba Gropyokan Tikus Sawah di Ngawi

Petani Berhasil Kumpulkan 500 Ekor dalam Lomba Gropyokan Tikus Sawah di Ngawi

Petani Berhasil Kumpulkan 500 Ekor dalam Lomba Gropyokan Tikus Sawah di Ngawi – Cahaya matahari yg terik tidak menurunkan semangat banyak petani di Desa Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi buat berlomba-lomba tangkap tikus dengan tangan kosong. Duh ngapain repot sich?

Rupanya perlombaan ini digelar sesudah petani mengalami bukti kalau banyak korban jiwa melayang-layang sebab petani menempatkan perangkap tikus beraliran listrik di sawah. Bukannya tikus yg terkena, akan tetapi malahan nyawa pemilik tempat atau petani yg melayang-layang sebab tersengat listrik.

Mereka pada akhirnya kapok gunakan perangkap tikus sesuai ini. Terus buat mendorong petani biar pengen kembali gunakan trik tradisionil buat tangkap tikus, perlombaan ini lantas diselenggarakan.

” Cukup bisa hadiah, pak. Hasil tangkapan tikus dibeli, ” jelas satu diantaranya petani yg mengambil sisi dalam perlombaan ini, Prijono (60) , Selasa (11/12/2018) .

Menurut Prijono, satu ekor tikus hasil tangkapan petani dihargai sebesar Rp 1. 000 oleh kades. Oleh masyarakat ditempat, lomba sesuai ini biasa dimaksud ‘gropyokan (berebutan) tikus’.

Tidak cuman dengan tangan kosong, beberapa petani gunakan beberapa strategi buat melumpuhkan tikus seperti masukkan belerang ke sarang tikus atau uap panas ke sarang dengan dukungan elpiji.

Ditambahkan Kepala Desa Dempel, Sugeng, tidak cuman kurangi korban jiwa karena jumlah tikus di sawah, banyak petani pun semangat ikuti perlombaan sebab jumlah hama tikus yg menyerang bibit padi mereka.

” Hama tikus sekarang mencurigakan petani sebab menggunakan bibit padi yg disemaikan serta siap tanam hingga petani mesti menyemaikan kembali benihnya. Jadi kedua kalinya petani mempersiapkan bibitnya, ” tuturnya.

Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar yg datang dalam perlombaan ini mengemukakan gropyokan tikus ini dibutuhkan biar petani kembali gunakan pemberantas hama yg ramah lingkungan, mengingat telah banyak korban jatuh karena perangkap tikus beraliran listrik.

” Sepanjang 1 tahun ini telah ada tujuh korban jiwa karena perangkap tikus listrik. Kami memohon petani buat mengimplementasikan trik pemberantas tikus yg ramah lingkungan ini, ” jelasnya.

Dalam lomba yg berjalan mulai sejak pagi sampai sore hari ini, banyak petani lantas sukses menyatukan keseluruhan kira-kira 500 ekor tikus.

About admin