Pesan Imam Besar Masjid Nasrani Saudara Kita

Pesan Imam Besar Masjid Nasrani Saudara Kita – Imam Besar Masjid sekalian Kampus Al-Azhar Mesir, SheikhAhmed al-Tayeb, menghimbau umat Muslim biar ” merangkul ” umat Kristen di Timur Tengah.
Dalam pertemuan lintas agama di Abu Dhabi yg didatangi Paus Fransiskus, Sheikh Ahmed tekankan jika umat Kristen merupakan ” teman kita ” .

” Pesan saya pada Anda semua merupakan : ‘Rangkul saudara serta saudari Kristen. Merekalah teman di negara. Mereka dekat dengan kita. Ada ikatan privat diantara kita’, ” tuturnya.

Ia lantas berujar pada umat Kristen di Timur Tengah.

” Saya ingin Anda tidak memakai makna ‘minoritas’. Anda bukan minoritas. Anda merupakan penduduk negara dalam semua kondisi. Mari kesampingkan makna itu. Anda merupakan penduduk negara dengan hak penuh.

” Ikatan kita seperti satu batu yg membinasakan semua plot yg coba memecah kita. “

Sheikh Ahmed lalu menyeru pada semua umat Muslim di Barat buat mengintegrasikan diri ke orang serta saat berbarengan menjaga jatidiri dan menghargai hukum ditempat.

” Kalau Anda miliki soal berkenaan agama di negara tempat Anda ada, Anda butuh berkata pada pemuka agama serta sudahi lewat cara itu. “

‘Hentikan perang’
Dalam peluang yg sama, Paus Fransiskus mengatakan penghentian peperangan di Timur Tengah.

Kepala Gereja Katolik Roma itu mengemukakan ” konsekuensi ” kekerasan bisa tampak di Yaman, Suriah, Irak, serta Libia.

Pengucapan Paus Fransiskus di Abu Dhabi itu menohok Uni Emirat Arab, yg ikut jadi sisi konsolidasi pimpinan Arab Saudi dalam intervensi perseteruan di Yaman yg menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk pada dunia.

Pada Selasa (5/2) pagi waktu ditempat, Paus Fransiskus diskedulkan mengikuti misa terbuka yg disertai 135. 000 orang di Stadion Zayed Sports City, Abu Dhabi.

Sheikh Ahmed serta Paus Fransiskus berkata didepan beraneka perwakilan agama di Abu Dhabi selesai di tandatangani ‘Dokumen Persaudaraan Manusia buat Perdamaian Dunia serta Hidup Bersama’.

Dokumen itu menyeru pada semua pemimpin dunia buat bekerja bersama ” sebarkan budaya toleransi ” serta ” mengintervensi peristiwa dari mula buat hentikan pertumpahan darah orang tidak berdosa serta menyelesaikan peperangan, perseteruan, pembusukan lingkungan, serta degradasi akhlak yg di alami dunia sekarang ” .

Tertulis juga celaan pada mereka yg memakai nama Tuhan buat membetulkan perbuatan kekerasan.

” Tuhan Yg Maha Kuasa, tak perlu dibela siapa-siapa saja serta tak ingin nama-Nya dipakai buat meneror orang, ” ucap dokumen itu.