Home / Uncategorized / Pengacara Tetap Tanyakan Wewenang Menangkap Novanto

Pengacara Tetap Tanyakan Wewenang Menangkap Novanto

Pengacara Tetap Tanyakan Wewenang Menangkap Novanto – KPK resmi menahan Setya Novanto tentang masalah korupsi project pengadaan e-KTP sepanjang 20 hari ke depan. Pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, mempertanyakan wewenang KPK tentang penahanan itu.

” Ya, itu kan dia mampu omong sesuka dia kan, ya saat ini saya kembalikan, sejak mulai mulai kapan KPK memiliki wewenang serta menurut pada undang-undang apa, pasal berapakah, dapat menahan orang yg tak terdapatnya dicek, ” kata Fredrich di RSCM Kencana, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (17/11/2017).

Penahanan Novanto dalam situasi sakit juga dikritiknya. Menurut dia, penahanan ini jadi pelanggaran HAM. Fredrich memiliki rencana menuntut penahanan clientnya ini ke pengadilan HAM internasional.

” Selanjutnya juga dalam situasi sakit cukup serius. Ini kan artinya pelanggaran HAM internasional yg dimana terang, saya sudah saksikan langkahnya kerja begini. Kami sudah memiliki rencana kita bakal juga menuntut di pengadilan HAM internasional. Jadi saya buat persiapan kurun kala selekasnya, ” paparnya.

Fredrich menampik diberi tanda tangan surat penahanan yg diunjukkan oleh penyidik KPK. Penolakan itu ditangani karna, menurut dia, ga ada argumen hukum.

” Kan mereka maksa biar kita diberi tanda tangan serta kita menampik. Jadi saat ini menyampaikan sudah itu kan sepihak mereka, kita tak sempat dalam masalah sesuai sama ini terima jadi itu ada pelanggaran HAM serta tdk ada argumen hukum, ” ucap dia.

Fredrich pernah berdebat dengan penyidik KPK atas penahanan ini. Dia mempertanyakan argumen hukum atas penahanan Novanto.

” Saya utarakan pertanyaan sama penyidik, ‘Hak apa Saudara menahan client saya? ‘ (Dijawab) ‘Saya kan memiliki kuasa. ‘ Lo, saya utarakan pertanyaan, ‘UU no berapakah? ‘ Saya utarakan pertanyaan, ‘Sekarang UU Hukum Acara Pidana Th. 81 apakah berlaku utk KPK? ‘ (Dijawab) ‘Berlaku’. ‘La, tolong katakan, saya kok saya mencarinya tak ketemu yg dapat menahan orang dalam (situasi) belum pula juga dicek serta selekasnya ditahan serta situasi sakit cukup serius? ‘. Tak dapat jawab. ‘Ya, pokoknya saya memiliki kuasa. ‘ Ini jawaban penyidik KPK, ” paparnya.

Lebih dulu dikabarkan, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyampaikan pihaknya sudah menggerakkan mekanisme yg sah dalam penahanan juga pembantaran Novanto.

” Kami yakin sistim penahanan itu sah. Kami berikan kepercayaan itu sejak mulai mulai surat perintah penahanan kita terbitkan juga kita bacakan. Bahkan kita serahkan utk berita acara penahanan satu rangkap pada istri tersangka. Pembantarannya juga saya duga demikianlah, ” kata Febri pada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (17/11).

Febri berikan kepercayaan seluruh pilihan sudah diberi terhadap pihak Novanto sesuai sama Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Bahkan juga berapa ruangan persetujuan sudah di tawarkan, baik pada Ketua DPR itu ataupun yg mewakilinya.

Sekarang Novanto tetap jalankan perawatan di RSCM. Sepanjang sistim itu, dia bakal juga menggapai penjagaan dari KPK serta Polri.

About admin