Malu sekolah karena tidak bisa berkeringat

Anak kedua pasangan suami istri Mega dan Mariana yang bernama Chandra (10), warga desa Tumbang Miwan, Kecamatan Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah yang telah menderita kelainan kulit sejak umurnya masih 15 hari dan saat ini mencari donatur untuk penyembuhan anaknya.

Karena keterbatasan pengetahuan dari orang tuanya dan juga tidak adanya biaya berobat sekarang bercak merah yang berada di kulit Chandra kini sudah menyebar sampai ke mata. “saat umurnya 15 hari itu kami sudah membawanya ke rumah sakit dan dokter puntidak mengetahui penyakit tersebut. Dan akhirnya kami pun mebawanya pulang,” ungkap Mega ayah bocah tersebut.

Mega yang hanya pekerja buruh tani tidak mampu mengobatkan Chandra. Untuk mengatasinya dia hanya memndikan anaknya tersebut karena kulitnya itu tidak bisa berkerngat dan sering mengeluh gatal disekujur tubuhnya.

“saya tidak tahu mengapa bisa terjadi pada anak saya ini karena kedua anak saya yang lain tidak mengalami penyakit ini,” ungkap Mega.

Karena kelainan kulit yang telah dialami Chandra dia tidak mau pergi ke sekolah karena merasa malu. Sampai 1,5 bulan lalu ibunya meninggal karena sakit.