Home / Berita Umum / Krisis Air Bersih di Desa Ponorogo Makin Memprihatinkan

Krisis Air Bersih di Desa Ponorogo Makin Memprihatinkan

Krisis Air Bersih di Desa Ponorogo Makin Memprihatinkan – Krisis air bersih yang dihadapi desa di Ponorogo, semakin memprihatinkan. Sumber air yang keluar juga tinggal dikit. Masyarakat Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, sangat terpaksa antre memperoleh air bersih sambil membawa jerigen.

Masyarakat yang alami kekeringan semenjak 2 bulan ikhlas mengantre semenjak pagi untuk memperoleh air bersih.

“Saya antre dari jam 13.30 WIB baru bisa air jam 17.00 WIB. Itupun hanya 2 jerigen dapatnya,” papar Katirah (43) pada wartawan waktu didapati di tempat, Rabu (17/10/2018).

Katirah mengakui dianya ikhlas berjalan 2 km. dari tempat tinggalnya serta antre berjam-jam untuk dapat memperoleh air. Ditambah lagi Sumber Air Tapas tinggal hanya satu yang tersisa di desanya.

“Kami juga seringkali tidak mandi untuk mengirit air,” keluhnya.

Menurut dia, daripada buang air untuk mandi lebih baik dipakai untuk memasak. Kekeringan yang dihadapi desanya ini baru pertama-tama berlangsung.

“Mungkin sebab kemarau panjang, kami jadi mesti antre air,” tuturnya.

Perihal senda diutarakan masyarakat lainnya, Sakur (36). Ia bersama dengan 180-an masyarakat telah rasakan kekeringan semenjak 2 bulan kemarin. Serta hanya satu sumber air yang mengalir cuma Sumber Air Tapas.

“Ini juga keluarnya hanya 0,5 liter per detik,” tambah ia.

Sesaat Kepala desa Tumpuk Murniyati telah mengusahakan pengiriman air bersih dari BPBD. Akan tetapi sampai sekarang ini belumlah ada lanjutan dari permintaannya itu.

“Tuturnya masih tetap ingin survey dahulu ke sini, kelak akhirnya seperti apakah kita lihat. Kemungkinan ya di kirim sebab lihat masyarakat kami yang kesusahan air bersih,” tukasnya.

Dia juga mengharap musim kemarau panjang ini selekasnya selesai serta masyarakatnya tak perlu kembali mengantre untuk memperoleh air bersih. “Masyarakat itu antre umumnya 2-5 jam untuk memperoleh air,” ujarnya.

About admin