Keputusan Jaksa Kasus Novanto Hari Ini

Keputusan Jaksa Kasus Novanto Hari Ini – Bekas Ketua DPR Setya Novanto juga akan hadapi vonis atas perkara korupsi project e-KTP. Terlebih dulu, Novanto dituntut hukuman penjara sepanjang 16 th. serta denda Rp 1 miliar subsider 6 bln. kurungan.

Pembacaan vonis juga akan di gelar pada hari ini, Selasa (24/3/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat. Jaksa KPK terlebih dulu yakini Novanto ikut serta dalam masalah itu dengan peranan mengintervensi aturan project itu.

Diluar itu, Novanto juga dipercaya terima aliran uang dengan keseluruhan USD 7, 3 juta dari project itu. Uang itu dimaksud jaksa mengalir ke Novanto lewat keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, sebesar USD 3, 5 juta, serta lewat orang dekatnya, Made Oka Masagung, beberapa USD 1, 8 juta serta USD 2 juta yang didapatkan lewat perusahaan Made Oka Masagung.

Lalu, jaksa KPK juga menyebutkan Novanto terima 1 arloji merk Richard Mille seharga USD 135 ribu. Pemberian arloji itu datang dari Johannes Marliem sebagai satu diantara vendor dari project itu serta Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong sebagai entrepreneur yang berkaitan masalah itu.

Novanto dipandang menyalahgunakan peluang serta fasilitas karna kedudukannya jadi anggota DPR serta ketua Fraksi Golkar. Sedang, penyimpangan pengadaan e-KTP, di uraikan jaksa, berlangsung karna intervensi sistem lelang serta pencetakan blangko e-KTP yang tidak cocok ketetapan hingga mengakibatkan kemahalan harga.

Dalam pleidoi atau nota pembelaannya, Novanto menyanggah semuanya tudingan jaksa. Dia jadi menuding beberapa nama yang terima aliran uang e-KTP.

Pada Senin, 23 April tempo hari, Ketua KPK Agus Rahardjo mengharapkan vonis yang dibacakan hakim kelak sesuai sama tuntutan jaksa. Agus menyebutkan kekeliruan Novanto sudah jelas benderang di sampaikan dalam persidangan.

” Ya dihukum yang seimbang, karna beliau ada juga kelirunya tentu coba minta JC. Kelihatannya kita tidak setuju bila beliau memperoleh JC. Kan tersingkap di peradilan tentang beberapa kekeliruan beliau, ” tutur Agus.