Home / Uncategorized / Ditjen Pajak Gagalkan Penyelundupan Bernilai Miliaran Rupiah

Ditjen Pajak Gagalkan Penyelundupan Bernilai Miliaran Rupiah

Ditjen Pajak Gagalkan Penyelundupan Bernilai Miliaran Rupiah – Menteri Keuangan Sri Mulyani siang ini dapat berikan keterangan perihal kesuksesan Ditjen Bea serta Cukai Kementerian Keuangan yg membongkar persoalan penyelundupan tekstil di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pemberian keterangan dilaksanakan segera di halaman gedung Sutikno Slamter Kementerian Keuanga. Acaranya lantas dilaksanakan segera selesai Sri Mulyani buka acara Dhawa Festival 2017 di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan.

” Bea Cukai bekerjasama dengan PPATK, Ditjen Pajak, Kepolisian, serta Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan sukses membongkar pelanggaran ekspor dengan modus pemberitahuan barang yg tidak pas dengan yg diberitahukan dalam Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), ” kata Sri Mulyani kala konferensi pers, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Banyak barang tekstil selundupan itu masihlah terbungkus rapi didalam container. Kelihatan terang barang itu bersifat kemeja, kain sebagai produksi dari PT SPL yg bertempat di Bandung.

PT SPL, kata Sri Mulyani, dapat laksanakan ekspor barang dalam PEB dengan pemberitahuan 4. 038 roll kain, akan tetapi hasil dari kajian intelijen Bea Cukai Tanjung Priok cuma ditemui 583 roll kain.

Lanjut Sri Mulyani, PT SPL dijerat dengan Pasal 103 huruf a atau pasal 102 huruf F UU No 17 Th. 2006 perihal pergantian UU No 10 Th. 1995 perihal kepabeanan jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP serta pasal 3 UU No 8 Th. 2010 perihal tindak pidana pencucian duwit.

” Hasil audit potensi kerugiaan negara dari manipulasi serta seludupan ini kira-kira sebesar Rp 118 miliar, ” katanya.

Mengenai, lanjut Sri Mulyani, terbongkarnya persoalan penyelundupan ini bisa sekalian memastikan dua orang terangka dengan inisial FL serta BS, dan udah dilaksanakan penyitaan 16 rekening bank, tanah, serta bangunan, mesin tekstil, apartemen, serta polis asuransi.

Tdk hingga di situ, kata Sri Mulyani, Bea Cukai Tanjung Priok bekerjasama dengan Kepolisian Resort Tanjung Priok, Bea Cukai Bandung, serta Kantor Lokasi Bea Cukai Jawa Barat juga sukses menggagalkan ekspor tekstil yg dibertitahukan bersifat curtain/korden, akan tetapi sehabis di cek perugas ditemui bersifat air dalam plastik yg lantas dibungkus lagi dengan kain serta karton.

Analisa petugas, ditemui kalau 3 container yg membawa tekstil selundupan ini punya PT LHD, satu buah perusahaan penerima layanan daerah berikat (KB) yg ada di lokasi Bandung. Perkiraan nilai barang kira-kira Rp 7 miliar.

Saat yg bertepatan, Eks Direktur Bank Dunia ini bisa mengutarakan kalau pelanggaran ekspor yg sukses ditindak bukan hanya bersifat pemberitahuan yg tdk benar pada PEB, akan tetapi juga bersifat pembongkaran atau tumpukan barang tdk pada tempat yg tergantung.

Seperti yg dilaksanakan PT WS, yg bertempat di Bogor, yg selayaknya diperuntukan utk ekspor, akan tetapi tambah dibongkar di Pondok Gede, Bekasi. Sesudah itu, kerja sama yg udah dilaksanakan juga sukses memberantas praktek penyelundupan kemeja sisa dan ekspor serta impor tempat produksi tekstil (TPT) ilegal.

” Petugas Bea Cukai sukses menggagalkan laju lima unit truk punya PT WS yg angkut barang tekstil yg selayaknya diperuntukan utk ekspor, ” kata dia.

Pada waktu yg sama, Dirjen Bea serta Cukai Heru Pambudi mengemukakan, negara-negara arah ekspor product tekstil yg udah ditahan pemerintah ini, dimulai dari Brasil, Turki, Uni Emirat.

” Negara arah ekspornya diberitahukan korden yg berisi air itu tujuannya Brasil, jadi terdapat banyak negara arah, utk arah yg kain putih ini, ada yg ke Turki, Uni Emirat Arab, ” pungkasnya.

About admin