Akibat Overkapasitas Napi Tidur Bak Kelelawar

Akibat Overkapasitas Napi Tidur Bak Kelelawar  – Overkapasitas memaksa penghuni Rutan Bagansiapiapi, Riau, tidur bak kelelawar. Anggota Komisi III DPR, Taufiqulhadi, menyampaikan satu diantaranya jalan keluarnya melakukan revisi UU Narkotika serta mengendalikan pecandu narkoba direhabilitasi, sesaat pengedar diteruskan proses hukum.

” Saya lihat tak kan ada jalan keluar yang cepat untuk masalah ini. Jalan keluar merupakan bila revisi UU terkait Narkotika selekasnya diakhiri. Ide revisinya merupakan sekaitan beberapa etika, ” kata Taufiqulhadi waktu dihubungi, Rabu (2/1/2019) malam.

Dia menyampaikan, dalam UU Narkotika, di jelaskan kalau pengedar serta pemakai diolah hukum sampai bagian penuntutan. Menurut dia, revisi UU Narkotika yang akan dikaji DPR selanjutnya akan merubah pecandu yang mula-mula diteruskan proses hukum berubah menjadi direhabilitasi.

Dalam UU Narkotika saat ini lebih dikedepankan pada penuntutan. Sesaat, saya dengar, dalam UU yang akan direvisi, akan dipisahkan sekalipun pada pemakai serta pengedar. Pengedar akan diteruskan ke penuntutan, sesaat pemakai akan direhabilitasi sampai pulih di balai rehabilitasi narkoba. Saat ini tdk jelas. Semua dipenjarakan. Itu penyebabnya lapas penuh sesak dengan tahanan masalah narkoba, ” katanya.

Disamping itu, dia memandang biaya negara dapat habis jika pemerintah terus-terusan bangun lapas untuk kurangi overkapasitas, sesaat penghuni penjara selalu semakin bertambah. Akan tetapi, bila tidak dibuat, masalah overkapasaitas itu tidak kunjung usai.

Ini dilema kita sekarang. Kemungkinan kecil negara akan bikin lapas terus-terusan. Seterusnya negara ini penuh dengan lapas. Biaya negara lantas habis semua untuk bangun lapas. Masalahnya, bila tdk dibuat, kita akan terus-terusan akan lihat panorama yang tdk manusiawi lapas penuh sesak, ” katanya.

Menurut data Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM, kemampuan Rutan Bagansiapiapi merupakan 98 orang. Namun faktanya rutan ini ditinggali 810 orang atau melewati kemampuan sampai 836 %. Mereka selanjutnya tiduran di sarung yang diikatkan di sel bak kelelawar.